Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan Pawai Budaya Nusantara yang akan diselenggarakan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Minggu pagi. Acara ini merupakan bagian penting dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional.
Ragam Pertunjukan dan Kehadiran Raja-Sultan
Kegiatan Pawai Budaya Nusantara ini dijadwalkan berlangsung dari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Berbagai kesenian daerah akan ditampilkan, meliputi karnaval budaya, pertunjukan marching band, atraksi pencak silat, tari massal, serta parade kebudayaan yang berasal dari beragam wilayah di Nusantara.
Lebih lanjut, pawai ini juga akan melibatkan sekitar 100 raja dan sultan dari berbagai daerah di Indonesia, yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Rano Karno menjelaskan bahwa partisipasi para tokoh adat ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada warga Jakarta.
“Para raja dan sultan se-Nusantara telah hadir di Jakarta guna berpartisipasi dalam karnaval kebudayaan pada Minggu pagi. Kehadiran beliau sekalian menegaskan kedudukan Jakarta sebagai melting pot atau titik temu utama dari keanekaragaman budaya di Indonesia,” ujar Rano.
Melalui rangkaian acara ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memperluas partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai ruang perjumpaan berbagai tradisi Nusantara.
Budaya sebagai Pilar Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
Rano Karno juga menekankan pentingnya pelestarian budaya yang harus berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, dengan menyediakan ruang bagi pertunjukan seni, kuliner, dan kerajinan tradisional, kegiatan kebudayaan diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru.
Kesempatan ini akan bermanfaat bagi para pelaku seni, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat luas. “Langkah pelestarian budaya wajib berjalan secara beriringan dengan akselerasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berbagai ekspresi seni, seni pertunjukan, kuliner, serta kerajinan tangan harus terus diberikan fasilitas agar mampu menciptakan pilar pertumbuhan ekonomi bagi para pelaku seni dan warga,” pungkas Rano.
Konten artikel belum tersedia.

