Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, kini menggabungkan program deteksi dini kanker payudara dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) SMART. Langkah ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pemeriksaan dan memperkuat penanganan penyakit kanker payudara di wilayah tersebut.
Walikota Bogor, Dedie A Rachim, menjelaskan bahwa integrasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi perempuan. Pelayanan yang dimaksud mencakup mulai dari pemeriksaan awal hingga pendampingan pasien. Pernyataan ini disampaikan Dedie usai memimpin apel peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia Tingkat Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor pada hari Senin.
Strategi Peningkatan Layanan Kesehatan
Dedie A Rachim menekankan pentingnya menyelaraskan deteksi dini kanker payudara dengan cakupan program CKG SMART. Ia juga menginstruksikan pembentukan jejaring yang komprehensif, meliputi edukasi, pemeriksaan, rujukan, pengobatan, serta pendampingan. Jejaring ini harus didukung dengan informasi yang jelas dan akses mudah ke layanan lanjutan.
Menurut Dedie, penguatan deteksi dini memerlukan pemanfaatan data kesehatan secara berkelanjutan. Hal ini krusial agar program pencegahan dan penanganan kanker payudara dapat berjalan lebih tepat sasaran dan efektif. Data dari Dinas Kesehatan akan menjadi fondasi utama untuk memperkuat upaya deteksi, penanganan, serta dukungan bagi pasien dan keluarga mereka.
Tanggung Jawab Lintas Perangkat Daerah
Untuk memastikan keberhasilan program ini, Walikota Dedie juga menginstruksikan Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, agar program kesehatan perempuan menjadi tanggung jawab bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Sekda diminta untuk memastikan bahwa kesehatan perempuan menjadi agenda lintas perangkat daerah, dengan menyelaraskan perencanaan, sumber daya, dan evaluasi sesuai dengan kebutuhan warga.
Kolaborasi untuk Jangkauan Lebih Luas
Dedie A Rachim turut menyoroti pentingnya kolaborasi antarperangkat daerah, organisasi profesi kesehatan, institusi pendidikan, organisasi perempuan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan, memastikan lebih banyak perempuan mendapatkan akses terhadap deteksi dini dan penanganan kanker payudara yang memadai.
Konten artikel belum tersedia.

