Kepolisian saat ini tengah memburu sekelompok pelaku pembegalan bersenjata tajam yang beraksi di Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat. Insiden tersebut menimpa seorang pengusaha katering bernama Syaiful Umar (39), yang kehilangan sepeda motor dan barang berharganya setelah diserang para pelaku.
Penyelidikan Kepolisian
Kasus pembegalan ini telah dilaporkan dan sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Laporan polisi tercatat dengan nomor LP/B/501/X/2026/SPKT/POLSEK KB JERUK/POLRES METRO JAKBAR/POLDA METRO JAYA.
Menurut keterangan Darto, petugas kepolisian, pihaknya masih berupaya mengumpulkan bukti dan informasi. “Benar kejadiannya (pembegalan). Sudah dibuatkan LP oleh pelapor dan sedang dalam proses penyelidikan,” ujar Darto. Ia menambahkan bahwa pencarian saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian masih terus dilakukan, meskipun sejauh ini belum ditemukan saksi maupun rekaman CCTV yang relevan.
Kronologi Kejadian Menurut Korban
Syaiful Umar menceritakan bahwa aksi brutal yang dialaminya terjadi pada Kamis (15/10) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang setelah berbelanja kebutuhan katering dari Pasar Senen menuju kawasan RCTI di Kebon Jeruk.
Ketika melintas di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Arjuna Selatan, Syaiful tiba-tiba dipepet oleh empat sepeda motor yang ditumpangi oleh delapan orang pelaku. Ia menggambarkan kondisi jalan saat itu sangat sepi, tanpa ada kendaraan lain yang melintas selain dirinya dan para begal tersebut.
Para pelaku memepetnya dari sisi kanan dan kiri, membuatnya tidak bisa bergerak. Mereka kemudian secara paksa mencabut kunci kontak sepeda motor Syaiful. Setelah motornya mati, salah satu pelaku menendangnya hingga terjatuh ke jalan.
Syaiful sempat mencoba melawan, namun salah satu pelaku mengayunkan senjata tajam jenis celurit ke arah tubuhnya. Beruntung, ia berhasil menghindar sehingga sabetan senjata tajam itu tidak mengenainya. Ia juga menyebutkan bahwa ada tiga pelaku yang membawa senjata tajam, dengan salah satu di antaranya siap dengan golok.
Di tengah perlawanan tersebut, para pelaku berhasil menguasai sepeda motor Honda Beat tahun 2024 milik Syaiful. Setelah mendapatkan motor, komplotan begal itu segera melarikan diri ke arah Taman Anggrek. Selain sepeda motor, barang belanjaan untuk usaha kateringnya serta dompet berisi dokumen penting seperti STNK, KTP, kartu ATM, dan kartu-kartu lainnya yang disimpan di jok kendaraan juga turut dibawa kabur oleh para pelaku.
Konten artikel belum tersedia.

