Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemar Sapi Indonesia (APPSI) Piala Presiden 2026 telah menjadi ajang pertemuan bagi para peternak dari berbagai wilayah di Indonesia. Acara ini berlangsung di Lapangan Panahan Gelora Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Sabtu.
Jangkauan Peserta dan Tujuan Acara
Ketua Panitia Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026, Mardi, menjelaskan bahwa peserta datang dari sejumlah daerah, meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, hingga Kalimantan. Ia menyebut bahwa kontes ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi bagi para peternak untuk bertemu, bertukar pikiran dan pengalaman, serta membangun jejaring.
Jumlah sapi yang mengikuti kontes ini masih dalam proses pembaruan data, namun diperkirakan mencapai antara 200 hingga 500 ekor. Peserta kontes memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari peternakan berskala besar, peternakan rakyat, hingga peternak perorangan. Mardi menyoroti bahwa keberagaman ini menjadikan Kabupaten Bogor sebagai titik pertemuan penting bagi pelaku peternakan dengan pengalaman dan skala usaha yang berbeda-beda.
Dukungan Pemerintah Daerah
Penyelenggaraan kontes ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan APPSI. Mardi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah, yang menurutnya sangat membantu kelancaran acara. “Dukungan dari masyarakat Bogor luar biasa. Kebetulan didukung langsung penuh oleh Bapak Bupati dan perangkatnya. Kami didukung semuanya,” ujar Mardi.
Kisah Peserta: Persiapan dan Harapan
Salah satu peserta, Suparjo, datang dari Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah, dengan membawa sapi miliknya yang bernama Wongso. Sapi berumur sekitar 4,5 tahun ini telah dipersiapkan Suparjo selama kurang lebih tiga bulan. Persiapan tersebut meliputi pengaturan pola pakan, serta menjaga kebersihan dan kesehatan sapi secara rutin.
Suparjo mengungkapkan bahwa kontes ini bukan sekadar kesempatan untuk memamerkan hasil pemeliharaan ternaknya. Lebih dari itu, ia melihat kontes ini sebagai wadah yang berharga untuk bertemu dan bertukar pengalaman dengan sesama peternak dari berbagai daerah di Indonesia, memperkaya wawasan dan jejaringnya di dunia peternakan.
Konten artikel belum tersedia.

